Tim Mahasiswa UMM Kembangkan Alat Bantu Jalan untuk Lansia()

Mahasiswa Teknik Mesin UMM Kembangkan Alat Bantu Berjalan Bagi Lansia dan Korban Kecelakaan

Total
0
Shares

Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mengembangkan sebuah alat bantu berjalan yang inovatif dan canggih. Tim yang terdiri dari Angga Dwi Aprilio, Fajar Trikusuma Wardana, Nurul Aisyah Ramadhani, dan Yussi Pradita Budianingsih ini merancang alat tersebut untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya lansia dan korban kecelakaan yang mengalami kelemahan pada kaki.

Inspirasi dan Tujuan Pengembangan Alat

Angga, yang memimpin tim ini, menjelaskan bahwa inspirasi untuk menciptakan alat ini datang dari pengalamannya melihat banyak lansia yang kesulitan bergerak bebas. Selain itu, penderita kaki lemah sering kali harus bergantung pada bantuan orang lain atau alat yang kurang praktis. Melalui pengamatan ini, tim bertekad untuk menciptakan solusi yang lebih baik.

Teknologi di Balik Alat Bantu Berjalan

Alat bantu berjalan ini dirancang menggunakan metode motor penggerak yang dikendalikan oleh mikrokontroler. Alat ini dilengkapi dengan berbagai sensor, termasuk sensor gerak dan sensor berat. Sensor-sensor ini mengirim data ke sistem pemrograman yang kemudian menghitung sudut dan kecepatan langkah pengguna. Dengan teknologi ini, alat bantu berjalan ini tidak hanya memberikan stabilitas tetapi juga menyesuaikan dengan langkah dan gerakan pengguna secara otomatis.

Proses Pengembangan Alat Bantu Berjalan

Proses pembuatan alat ini dilakukan di laboratorium universitas dengan melibatkan mahasiswa yang sedang mempelajari pemrograman dan mekanik. Sinergi antara pengalaman praktis dan teori memungkinkan tim untuk menghasilkan produk terbaik. Inovasi ini juga telah lolos Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC), menunjukkan potensi besar dan dukungan akademis yang kuat.

Manfaat Terapi, Rencana Produksi Massal dan Kerjasama

Selain membantu mobilitas, alat ini juga dirancang untuk terapi. Pengguna dapat memperbaiki urat dan otot yang lemah saat menggunakan alat ini. Fitur terapi ini memungkinkan pengguna menjalani pemulihan sambil tetap aktif bergerak. Alat ini juga akan dilengkapi dengan baterai yang tahan lama untuk penggunaan yang lebih lama.

Angga dan tim berencana untuk memproduksi alat ini secara massal dan menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga kesehatan. Tujuannya adalah untuk membantu lebih banyak orang mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Dengan alat ini, lansia dan mereka yang mengalami kelemahan kaki dapat beraktivitas lebih bebas dan percaya diri tanpa harus bergantung pada tongkat.

Kesimpulan

Inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik Mesin UMM ini merupakan langkah maju dalam teknologi kesehatan. Alat bantu berjalan ini menawarkan solusi yang canggih dan efektif untuk meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup bagi lansia dan korban kecelakaan. Dengan dukungan akademis dan potensi kerjasama dengan lembaga kesehatan, alat ini memiliki peluang besar untuk diproduksi secara massal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sumber: UMM Campus

Leave a Reply
You May Also Like