Malang AI Connect 2026 Tingkatkan Literasi AI dan Kesiapan Talenta Digital melalui Program AI Introductory “AI for Everyone: Unlocking Opportunities in the Digital Era”

Total
0
Shares
Malang AI Connect Tingkatkan Literasi AI dan Kesiapan Talenta Digital melalui Program AI Introductory “AI for Everyone: Unlocking Opportunities in the Digital Era”

Malang, 27 April 2026 — Sebanyak 60 peserta dari berbagai kalangan AI enthusiast menghadiri kegiatan Malang AI Connect: AI Introductory dengan tema “AI for Everyone: Unlocking Opportunities in the Digital Era” yang diselenggarakan di Telkom AI Center Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program global AI Opportunity Learning.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Telkom AI Center Malang berkolaborasi dengan Nortis AI Academy sebagai Co Host dan dan kolaborator ekosistem seperti STASION, Indiekraf, DOT Indonesia, dan KITA AI Times Indonesia. Serta partner dalam penyiapan Learning Management System (LMS) Pembelajaran dasar AI dari Remoteskill Academy, AVPN, Nortis AI Academy, dan Google.org dalam upaya meningkatkan literasi Artificial Intelligence (AI) serta mendorong kesiapan masyarakat menghadapi transformasi digital.

Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelaku UMKM, hingga profesional non-teknis, yang ingin memahami dan memanfaatkan AI secara praktis dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Dalam sesi pemaparan, para narasumber menyampaikan wawasan strategis terkait perkembangan dan pemanfaatan AI.

Ardi Imawan, CTO DOT Indonesia menekankan pentingnya pemahaman konsep AI Agent:

“AI tidak lagi hanya soal otomatisasi sederhana. Dengan konsep agentic AI, kita mulai masuk ke era di mana sistem dapat mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara mandiri, sehingga membuka peluang efisiensi yang jauh lebih besar di berbagai sektor.”

“Ke depan, AI tidak hanya membantu, tetapi juga bisa mengambil peran sebagai ‘agent’ yang menjalankan tugas secara mandiri. Ini membuka peluang besar bagi bisnis untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas,” jelas Ardi.

Sementara itu, Fajar Trang Bawono dari KITA AI Times Indonesia  menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem:

“Ekosistem AI tidak bisa dibangun sendiri. Kolaborasi antara komunitas, industri, dan institusi pendidikan menjadi kunci agar adopsi AI bisa merata dan berkelanjutan, khususnya di daerah seperti Malang.”

“Ekosistem adalah kunci. Tanpa kolaborasi antara komunitas, industri, dan institusi, perkembangan AI tidak akan maksimal. Malang punya potensi besar untuk menjadi hub AI jika semua pihak bergerak bersama,” ungkap Fajar.

Di sisi lain, M. Ziaelfikar Albaba dari Telkom AI Center Malang / Nortis AI Academy menekankan pemanfaatan AI untuk produktivitas:

“AI saat ini bukan lagi teknologi masa depan, tapi sudah menjadi tools harian. Siapa yang mampu memanfaatkannya dengan tepat, akan memiliki keunggulan kompetitif baik dalam karir maupun bisnis.”

“AI bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi tools yang bisa digunakan siapa saja untuk meningkatkan produktivitas. Yang terpenting adalah bagaimana kita mulai dan konsisten menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari,” tambah Ziaelfikar.

Selain sesi materi, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi interaktif dan networking yang membuka peluang kolaborasi antar peserta dan komunitas AI di Malang.

Antusiasme peserta yang tinggi menunjukkan bahwa minat terhadap pengembangan kompetensi AI di tingkat lokal terus meningkat. Hal ini menjadi sinyal positif bagi penguatan ekosistem digital di Kota Malang.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap masyarakat tidak hanya memahami AI secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya untuk meningkatkan produktivitas, membuka peluang karir, serta mendorong inovasi berbasis teknologi.

Kegiatan Malang AI Connect diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem AI yang inklusif, kolaboratif, dan berdampak di wilayah Malang dan sekitarnya.

You May Also Like